Donor Darah: Sekantong Penyelamat

Selamat Hari Palang Merah Indonesia 17 September 2024
Mengenal Sejarah Donor Darah
Sejarah donor darah yang panjang mencerminkan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi medis. Setelah seorang dokter Inggris bernama William Harvey menemukan sirkulasi darah pada tahun 1628, konsep transfusi darah pertama kali muncul pada abad ke-17. Penemuan ini memungkinkan eksperimen awal transfusi darah. Pada tahun 1665,dokter Inggris lainnya Richard Lower berhasil memberikan darah kepada dua anjing. Ini adalah uji klinis pertama yang menunjukkan potensi transfusi darah.
Pada tahun 1901, dokter Austria Karl Landsteiner menemukan golongan darah, yang membuat kemajuan besar dalam donor darah pada awal abad ke-20. Penemuan golongan darah A, B, AB, dan O sangat penting karena memungkinkan transfusi darah yang aman. Atas penemuannya, Landsteiner kemudian menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1930.
Sejarah donor darah Indonesia juga memiliki catatan penting. Palang Merah Indonesia (PMI) adalah lembaga utama di Indonesia untuk mengawasi donor darah sejak didirikan pada tahun 1945. Program donor darah yang dikelola oleh PMI telah berkembang pesat, seiring dengan munculnya lebih banyak kampanye dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah.
Donor darah terus berkembang dengan berbagai inovasi untuk memastikan keamanan darah yang didonorkan, seperti tes skrining yang lebih canggih. Sejarah donor darah adalah cerita tentang kemajuan medis dan upaya kemanusiaan yang terus berlanjut yang memungkinkan setiap tetes darah yang didonorkan untuk menyelamatkan nyawa.
Manfaat Donor Darah
Pengambilan darah dari seseorang untuk disimpan dan diberikan kepada mereka yang membutuhkan disebut donor darah. Kegiatan ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan solidaritas sesama. Kebutuhan darah di Indonesia sangat tinggi untuk penanganan pasien darurat, operasi, dan pengobatan penyakit. Oleh karena itu, setiap warga negara dapat melakukan kontribusi penting melalui donor darah.
Baik pendonor maupun penerima manfaat besar dari donor darah. Sekantong darah dapat menyelamatkan nyawa bagi penerima, terutama dalam situasi darurat seperti kecelakaan atau operasi besar, atau bagi pasien dengan penyakit seperti anemia berat dan leukemia. Dengan setiap kantong darah yang didonorkan, Bapak Ibu Saudara dapat membantu beberapa pasien melalui proses pemisahan komponen darah.
Selain mendapatkan kepuasan batin karena telah membantu sesama, pendonor darah juga mendapatkan keuntungan kesehatan. Proses donor darah mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh, yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh setiap pendonor sebelum mendonorkan darah juga dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan yang mungkin tidak diketahui sebelumnya.
Siapa Saja yang Dapat Melakukan Donor Darah
Semua orang yang memenuhi syarat kesehatan tertentu dapat menjadi donatur darah. Persyaratan umum untuk pendonor di Indonesia adalah berusia antara 17 dan 65 tahun, berbobot minimal 45 kilogram, dan memiliki kadar hemoglobin yang cukup. Pendonor juga harus sehat, tidak menderita penyakit menular, dan tidak hamil atau menyusui. Untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi kesehatan yang layak, calon pendonor harus menjalani pemeriksaan kesehatan awal sebelum melakukan donor darah.
Ada beberapa saran yang harus diperhatikan bagi mereka yang berniat mendonorkan darah. Sebelum melakukan donor darah, pastikan tubuh Anda dalam kondisi prima dengan cukup istirahat dan nutrisi yang sehat. Setidaknya 24 jam sebelum donor, jangan minum atau merokok apa pun, dan pastikan Anda telah makan makanan yang sehat dan cukup cairan. Setelah mendonorkan darah, sangat penting untuk tetap terhidrasi dan tidak terlibat dalam aktivitas fisik selama beberapa jam. Terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, simpan catatan donor Anda dan kembali mendonorkan darah secara teratur jika memungkinkan, karena darah selalu dibutuhkan dan kontribusi Anda sangat penting.
Pesan Moral
Donor darah adalah tindakan kecil yang memiliki dampak besar. Dengan menjadi pendonor darah, Anda tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga membantu menjaga kesehatan Anda sendiri. Mari kita menjadi pahlawan bagi sesama dengan mendonorkan darah secara teratur dan menambahkan kegiatan ini ke dalam gaya hidup yang sehat dan penuh perhatian.
Oleh: dr. Izzuki Muhashonah, Sp.PK(K) (https://izzukilink.com)