Cara Memperbanyak ASI: Tips Praktis untuk Ibu Menyusui
ASI (Air Susu Ibu) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi kurang dari 6 bulan. Kandungan ASI yang berupa makro dan mikro nutrient sangat berperan dalam tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI yang adekuat di awal kehidupan bayi ini juga terbukti berkontribusi dalam peningkatan imunitas serta perkembangan kognitif anak di masa mendatang. Oleh karena itu, memastikan kecukupan supply produksi ASI menjadi salah satu perhatian utama para orang tua, utamanya ibu menyusui.
Produksi ASI sendiri dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, termasuk faktor bayi, fisik dan psikologis ibu. Hisapan bayi pada payudara saat menyusu akan menstimulasi kelenjar hipofisis yang ada di otak ibu untuk mengeluarkan hormone prolaktin dan oksitosin. Kedua hormon ini berfungsi dalam pembentukan dan pengeluaran ASI. Sehingga, semakin sering payudara dikosongkan melalui proses menyusui, justru akan membantu meningkatkan produksi ASI yang dihasilkan. Sebaliknya, rasa cemas, marah, sakit atau tidak nyaman pada ibu dapat menurunkan hormon oksitosin yang berdampak pada berkurangnya produksi ASI.
Sebagai orang tua, utamanya ibu, tentu selalu ingin memberikan nutrisi terbaik dan optimal untuk anaknya. Salah satunya dengan memastikan jumlah ASI yang dihasilkan tetap cukup dan adekuat. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu dalam meningkatkan produksi ASI:
- Pengosongan payudara secara rutin
Memberikan ASI pada bayi secara rutin kurang lebih 2-3 jam sekali atau sesuai permintaan bayi, akan membantu mengosongkan payudara sehingga merangsang ASI untuk diproduksi lebih banyak lagi. Bagi ibu bekerja yang tidak bisa menyusui secara langsung (direct breastfeeding), mempertahankan pengosongan payudara juga dapat dilakukan dengan memompa payudara setiap 2 jam sekali. Dengan demikian, jumlah ASI yang diproduksi dapat tetap terjaga.
- Konsumsi makanan bergizi dan seimbang
Produksi ASI juga dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu. Nutrisi lengkap mencakup (makro – mikro nutrient) karbohidrat, protein, lemak, serat, kalsium dan zat besi sangat diperlukan untuk menjaga kuantitas dan kualitas ASI. Ibu yang menyusui juga cenderung memerlukan kalori yang lebih besar dibandingkan ibu yang sudah tidak menyusui. Disamping itu, beberapa jenis makanan juga terbukti dapat menstimulasi peningkatan produksi ASI, seperti kurma, gandum, kacang-kacangan (almond, kedelai, kacang hijau), bayam, daun katuk, daun kelor, dan bawang putih.
- Konsumsi cairan secara adekuat
Berdasarkan komposisi ASI yang 90% nya terdiri dari air, maka asupan cairan ibu menjadi faktor penting dalam meningkatkan kuantitas jumlah volume ASI. Apabila ibu mengalami dehidrasi, maka produksi ASI juga dapat menurun. Oleh karena itu, penting sekali untuk memenuhi kebutuhan cairan ibu agar produksi ASI tetap terjaga.
- Istirahat cukup
Proses menyusui dapat menguras energi yang besar, sehingga istirahat yang cukup dibutuhkan untuk menjaga kondisi tubuh ibu tetap bugar. Maka, kesempatan tidur yang cukup perlu diupayakan untuk menjaga produksi ASI yang dihasilkan. Peran dan dukungan dari pasangan serta keluarga sangat diperlukan dalam hal ini.
- Kelola stress
Kondisi stress dapat menurunkan sekresi hormon oksitosin yang menyebabkan proses pengeluaran ASI juga akan cenderung terhambat. Oleh karena itu, penting sekali untuk menciptakan kondisi dan lingkungan yang mendukung bagi ibu, agar proses menyusui dapat berjalan dengan optimal.
- Pijat laktasi dan oksitosin
Pijat laktasi dilakukan dengan tekhnik memijat di beberapa titik tubuh mulai dari kepala, leher, bahu, punggung dan payudara selama 15-30 menit. Pemijatan ini membantu merelaksasi otot-otot ibu, sekaligus merangsang hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Sementara itu, pemijatan pada area payudara membuat jaringan payudara lebih elastis dan saluran ASI lebih lancar yang membantu juga pada proses pengosongan payudara. Selain pijat laktasi, terdapat juga pijat oksitosin yang dilakukan pada area punggung (costae 5-6) sampai scapula. Pijat ini dapat merangsang sekresi hormon oksitosin, sehingga mendukung kelancaran produksi ASI dan proses menyusui.
REFERENSI:
- Katmini, Nazilatul MS. 2020. Lactation Massage for Increasing Breast Milk Production in Postpartum Mothers. Journal for Quality in Public Health 4 (1). Pp 104-113
- Utami Roesli, Elizabeth Yohmi. 2013. Manajemen Laktasi. Klinik ASI: IDAI. Available online https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/manajemen-laktasi
- Deliana BK, Mufdillah. The effectiveness of galactagogue content on breast milk production: Scoping review. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 8 (4). Pp 1846-1858
Oleh: dr. Abqariyatuzzahra Munasib