Mengenal Kekerasan Seksual pada Anak, Waspada!
Kekerasan seksual terhadap anak adalah bentuk kejahatan yang sangat mempengaruhi kehidupan korban, baik secara fisik maupun psikologis. Sayangnya, banyak orang yang masih belum sepenuhnya memahami apa itu kekerasan seksual pada anak dan bagaimana cara untuk mengenali tanda-tandanya. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kekerasan seksual pada anak, agar kita lebih waspada dan dapat memberikan perlindungan terbaik bagimereka.
Apa Itu Kekerasan Seksual pada Anak?
Kekerasan seksual pada anak mengacu pada segala tindakan yang melibatkan anak dalam aktivitas seksual yang tidak sesuai dengan usia dan kemampuannya. Kekerasan seksual ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti:
Pelecehan seksual: Melibatkan perilaku yang tidak pantas, seperti sentuhan atau ucapan yang bersifat seksual.
Pemaksaan untuk melakukan atau menyaksikan aktivitas seksual: Pelaku memaksa anak untuk terlibat dalam aktivitas seksual atau menjadi saksi dari perbuatan seksual.
Eksploitasi seksual: Menggunakan anak untuk tujuan seksual atau untuk keuntungan seksual, baik dalam bentuk prostitusi atau pornografi anak.
Kekerasan seksual pada anak bisa dilakukan oleh orang yang dikenal atau tidak dikenal oleh anak, baik itu oleh keluarga, teman dekat, atau orang asing. Yang jelas, tindakan ini adalah pelanggaran terhadap hak-hak dasar anak untuk hidup dalam lingkungan yang aman dan sehat.
Tanda-Tanda Kekerasan Seksual pada Anak
Kekerasan seksual pada anak sering kali sulit dikenali, terutama karena anak-anak mungkin tidak mengungkapkan apa yang telah mereka alami. Namun, ada beberapa tanda fisik dan psikologis yang dapat menjadi petunjuk bagi orang dewasa untuk mendeteksi kekerasan seksual pada anak:
Tanda Fisik:
- Luka atau cedera pada daerah genital: Adanya lebam, robekan, atau perdarahan pada area genital anak yang tidak bisa dijelaskan.
- Infeksi menular seksual: Anak yang terinfeksi penyakit menular seksual mungkin menunjukkan gejala seperti ruam atau gatal di area genital.
- Perubahan fisik yang tiba-tiba: Anak yang sebelumnya tidak memiliki masalah fisik mungkin mengalami perubahan mendalam, seperti sulit buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil.
- Perubahan perilaku yang drastis: Anak yang sebelumnya ceria mungkin menjadi cemas, pendiam, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
- Ketakutan terhadap orang tertentu: Anak mungkin menunjukkan ketakutan atau kecemasan berlebihan terhadap orang tertentu yang mungkin menjadi pelaku kekerasan seksual.
- Gejala stres pascatrauma (PTSD): Anak yang mengalami kekerasan seksual dapat mengalami mimpi buruk, kecemasan, atau bahkan gangguan tidur.
- Penyakit atau keluhan psikologis lainnya: Anak dapat menunjukkan tanda-tanda depresi, seperti kurangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai, atau menunjukkan perilaku menyakiti diri sendiri.
Mengapa Anak menjadi Korban Kekerasan Seksual?
Anak-anak sering kali menjadi sasaran kekerasan seksual karena mereka tidak mampu melindungi diri mereka sendiri atau berbicara tentang apa yang terjadi. Beberapa alasan mengapa anak-anak menjadi korban adalah:
- Kurangnya pemahaman tentang seksualitas: Anak-anak tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman yang cukup tentang apa itu hubungan seksual yang sehat, sehingga mereka mungkin tidak menyadari bahwa apa yang terjadi pada mereka adalah salah.
- Ketidakmampuan untuk mengungkapkan pengalaman mereka: Anak-anak sering merasa malu atau takut untuk menceritakan pengalaman kekerasan seksual yang mereka alami, terutama jika pelaku adalah orang yang mereka percayai.
- Tingkat kepercayaan yang tinggi pada orang dewasa: Anak-anak memiliki rasa percaya yang tinggi kepada orang dewasa, yang membuat mereka rentan menjadi korban kekerasan seksual, bahkan dari orang terdekat seperti keluarga, pengasuh, atau teman.
Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak
Melindungi anak-anak dari kekerasan seksual adalah tanggung jawab bersama. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak:
-
Edukasi seksual sejak dini
Mengajarkan anak tentang tubuh mereka, batasan pribadi, dan hak mereka atas tubuh sendiri sangat penting untuk membantu mereka mengenali perilaku yang tidak pantas. Ajarkan juga bahwa mereka berhak menolak sentuhan yang tidak nyaman. -
Meningkatkan kewaspadaan orang tua dan pengasuh
Orang tua dan pengasuh harus selalu waspada terhadap lingkungan di mana anak-anak berada. Mengetahui siapa yang berinteraksi dengan anak dan memastikan mereka berada di tempat yang aman adalah hal yang penting. -
Bicara terbuka dengan anak
Membuka saluran komunikasi yang jujur dan terbuka dengan anak sangat penting. Anak harus merasa nyaman untuk berbicara tentang apa yang mereka rasakan atau alami tanpa merasa takut dihukum atau disalahkan. -
Menciptakan lingkungan yang aman
Pastikan bahwa anak-anak berada di lingkungan yang aman, baik di rumah, sekolah, maupun tempat umum. Menghindari anak-anak berada di tempat yang tidak terkontrol atau dengan orang yang belum dikenal adalah cara untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Pelatihan untuk pihak yang terlibat dalam pengasuhan anak
Pelatihan bagi guru, pengasuh, dan individu lain yang berhubungan dengan anak dapat membantu mereka mengenali tanda-tanda kekerasan seksual dan tahu cara melaporkannya dengan benar.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual?
Jika anda mencurigai atau mengetahui bahwa seorang anak telah menjadi korban kekerasan seksual, ada beberapa langkah yang harus diambil:
-
Segera bawa anak ke Profesional Medis dan Forensik
Pemeriksaan medis dan forensik (visum) sangat penting untuk memastikan bukti kekerasan seksual dan mendapatkan perawatan yang tepat untuk anak. Ini juga dapat membantu dalam penyelidikan hukum. -
Lapor kepada pihak berwenang
Melaporkan kejadian kepada polisi atau lembaga perlindungan anak adalah langkah penting untuk memastikan pelaku dapat diadili sesuai hukum. -
Dukungan psikologis untuk anak
Anak yang menjadi korban kekerasan seksual memerlukan dukungan psikologis agar bisa memproses trauma yang mereka alami. Psikoterapi dan konseling dapat membantu anak untuk pulih dan mengatasi dampak psikologis yang ditimbulkan.
Kesimpulan
Kekerasan seksual pada anak adalah masalah yang harus ditangani dengan serius dan penuh perhatian. Dengan mengenali tanda-tanda dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, kita dapat memberikan perlindungan lebih baik kepada anak-anak. Edukasi kepada anak, pengawasan orang tua, dan penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual pada anak. Ingatlah bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual.
Oleh : dr. C. Bambang Widhiatmoko, Sp.F., MARS.
Referensi:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
3. National Sexual Violence Resource Center (NSVRC). (2020). Preventing Child Sexual Abuse.4. World Health Organization (WHO). (2020). Child Maltreatment.
5. United Nations Children's Fund (UNICEF). (2014). Ending Violence Against Children.